RumahCitraland.com - Membeli rumah baru vs membeli rumah bekas sedikit beda caranya. Kalau kita berkeliling langsung ke kawasan perumahan, menggunakan jasa agen properti atau mengubek-ubek media properti online, biasanya yang sering kita jumpai adalah rumah-rumah bekas (second) yang dijual pemiliknya. Hampir jarang ada rumah bekas dijual secara khusus apalagi menggunakan sistem "open house". Kecuali mungkin "rumah sultan" yang harganya super mahal dengan perabot super mewah. Lalu bagaimana dengan rumah baru?
![]() |
| Salah satu cari membeli rumah baru bisa berkunjung ke pameran atau property expo. image: sindonews.com |
4 Cara Mudah Membeli Unit Rumah Baru di Kawasan Perumahan
Untuk unit-unit rumah baru termasuk ruko, rukan, apartemen, SOHO atau ruang kantor, berikut adalah cara mudahnya:
Pertama, kantor marketing atau marketing gallery. Langsung ke kantor marketing atau marketing gallery kalau mau gampang. Biasanya setiap kawasan perumahan yang dibangun developer selalu ada kantor penjualannya. Kantor marketing sering dibangun duluan bersama unit rumah contoh. Bahkan sering juga dibangun berdekatan terutama untuk unit apartemen. Kantor ini memang dikhususkan untuk menjelaskan dan memasarkan unit-unit properti yang dibangun. Di kantor inilah kita akan bertemu dengan tenaga-tenaga penjual alias in-house marketing dari pihak developer.
Di sana anda akan melihat maket pembangunan kawasan dan pengembangan kawasan ke depan, mendapatkan brosur, menyaksikan presentasi via televisi, berkonsultasi dengan tim marketing, negosiasi diskon atau promo, dst. Semakin bagus kantor yang disediakan semakin bagus juga biasanya kawasan yang akan dibangun. Dari kantor ini anda akan tahu kualitas developer. Logikanya: kantornya saja jelek bagaimana yang lainnya bisa bagus? Karena kantor ini juga dibangun oleh kontraktor yang biasanya dipakai membangun kawasan perumahan.
Cuma harap diingat, biasanya kantor pemasaran atau marketing gallery ada jam operasionalnya. Layaknya kantor-kantor pada umumnya. Rata-rata mengikuti jam kerja kantoran dari hari senin - jumat sekitar mulai pukul 09.00 - 16.00. Kalau sabtu ada yang libur, ada juga yang masuk setengah hari. Tiap developer bisa berbeda-beda.
Kedua, open house rumah contoh. Tidak sempat ke kantor pemasaran atau marketing gallery karena sibuk bekerja, tenang Kawan. Kita masih bisa ke acara open house. Ini lebih riil lagi karena bakalan bisa melihat, meraba dan menyentuh unit secara langsung serta melihat kondisi dan lokasi perumahan yang ada.
Sebelum sebuah kawasan perumahan selesai dibangun, biasanya pengembang akan membangun beberapa unit rumah contoh. Rumah contoh ini pasti diisi perabot lengkap dan didekorasi dengan sebagus-bagusnya. Rumah contoh inilah yang akan dipakai buat acara "open house" alias melihat dan mengunjungi unit jadi secara langsung. Sehingga calon pembeli bisa tahu kira-kira seperti apa wujud properti jika sudah jadi dan rampung dibangun.
Langsung saja meluncur ke lokasi open house yang diadakan. Biasanya diadakan di hari weekend atau hari libur. Untuk menambah semaraknya acaranya, sering diadakan kegiatan-kegiatan bersama entah itu acara makan-makan, ramah tamah, kuis, perlombaan anak, hiburan artis, badut, pameran kecil-kecil, dsb. Acara open house bisa juga menjadi semacam rekreasi keluarga sambil melihat dan mencari rumah baru. Tentu saja acara ini gratis! Kalau ada yang mengenakan biaya atau harus membeli karcis atau tiket masuk sungguh keterlaluan. Jangan beli rumah di sana!
Ketiga, pameran developer. Buat yang hobii jalan-jalan atau belanja, cara mudah ini juga bisa dipakai. Developer yang bagus dan profesional sering mengadakan pameran properti secara kontinyu. Biasanya di pusat perbelanjaan, mal atau pusat keramaian lainnya. Pameran bisa diadakan langsung dari tim kantor pusat atau bisa juga diadakan terpisah oleh tim-tim marketing yang ada. Kekurangannya, di pameran tidak bisa langsung melihat unit rumah seperti open house. Kita hanya bisa mendapatkan penjelasan awal dan tentu saja bisa bertransaksi seperti booking unit, pembayaran tanda jadi (UTJ), dst. Untuk melihat unit biasanya akan dijadwalkan ulang dan ditemani staf yang berjaga di pameran.
Keempat, bazaar property expo. Kalau pameran skalanya kecil, unitnya terbatas (rumah ya rumah saja, ruko ya ruko saja, apartemen ya apartemen saja) dan dijalankan secara mandiri dari developer yang bersangkutan. Sedangkan bazaar ini skalanya besar. Kalau pameran hanya melibatkan developer itu sendiri sementara bazaar atau property expo melibatkan banyak developer. Biasanya lebih dari tiga developer. Dan unit-unit yang dipasarkan tidak hanya rumah melainkan juga ruko, rukan, tanah kavling, apartemen, villa, ruang kantor, SOHO, gedung perkantoran bahkan resort. Semua dijual!
Pihak yang ikut terlibat bukan cuma developer tetapi bisa juga perusahaan lain terutama bank sebagai pihak yang akan menyediakan dan memfasilitasi proses KPR atau KPA. Selain itu, terkadang juga ikut vendor lain yang berhubungan dengan rumah atau bangunan seperti keramik (tiles), kusen aluminium, sanitasi ware, kitchen set, lighting, home improvement, building material, dst. Lewat bazaar atau property expo kita bisa membandingkan langsung unit-unit rumah yang dibangun oleh banyak developer. Makin banyak tawaran dan makin banyak pilihan.
Kekurangannya adalah properti expo ini hanya diadakan di kota-kota besar saja sehingga hanya bisa dinikmati mereka-mereka yang tinggal di kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Medan, Makassar, Bandung, Tangerang, dst.. Jarang sekali di kota-kota kecil. Kalau berencana ingin membeli rumah atau properti di luar negeri maka bisa berkunjung ke international property expo yang ada. Ini skalanya jauh lebih luas lagi.
Bagaimana? Gampang bukan mencari dan membeli rumah baru? Tinggal siapkan dananya saja!
